Tips Mengelola Keuangan: Mencari Peluang Bisnis Di Tengah Pandemi

Jum'at | 05 Juni 2020


Tips Mengelola Keuangan: Mencari Peluang Bisnis Di Tengah Pandemi

JAKARTA--Kesulitan finansial menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat di tengah pandemi. Apalagi banyak perusahan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena kesulitan memperoleh keuntungan.

Namun, jangan langsung menyerah di tengah musibah karena masih ada peluang bisnis yang berpotensi menghasilkan keuntungan dalam situasi pandemi virus corona.

Financial Trainer Ligwina Hananto mengatakan salah satu kunci untuk bisa bertahan di tengah pandemi adalah dengan menghindari utang. Apalagi, bagi mereka yang sudah tidak memiliki pekerjaan dan tidak memiliki penghasilan tetap.

“Jadi penting menghindari utang, khawatirnya kalau cepat ngutang aja untuk bertahan padahal tidak ada penghasilan, justru akan bahaya kedepannya karena tidak mampu bayar cicilan. Menurutku justru yang paling penting adalah belajar dagang,” jelasnya saat live instagram dengan penyanyi Cynthia Lamusu Senin (18/5/2020).

Dia mengatakan berbisnis kecil-kecilan menjadi salah satu solusi dapat bertahan di tengah pandemi.

Kendati begitu, terdapat empat perubahan perilaku konsumen yang perlu dipertimbangkan, apabila memutuskan untuk berbisnis.

Perubahan yang dimaksud tersebut adalah aktivitas masyarakat yang lebih banyak di rumah saja, konsumen akan lebih peduli kebutuhan primer seperti makanan atau kesehatan, go digital, dan empati.

“Kalau mau dagang harus fokus di empat hal itu tadi. Jangan asal jualan apa yang kita punya saja,” katanya.

Nah, lantas bisnis seperti apa yang memiliki peluang bagus dalam kondisi saat ini? Menurut Lidwina, salah satunya adalah kebutuhan primer makanan atau kesehatan. “Bisnis bahan makanan laku banget,” katanya.

Kedua, dengan go digital, produk tersebut lebih baik dijual melalui daring. Pasal bisnis konvensional di tengah pandemi mengalami penurunan omzet.

Selanjutnya, adalah empati, menurutnya hal tersebut dapat diterapkan dengan berbisnis sambil berdonasi. “Misalnya jualan puding roti yang bisa untuk 40 orang sehingga bisa dibagikan untuk takjil,” jelasnya.

Selain itu, seorang perempuan juga tidak hanya bisa bergantung dengan suami. Peremuan juga memiliki ruang untuk mengokohkan pondasi keuangan keluarga.

“Istri juga dapat berkontribusi, penting memberikan ruang bagi ibu rumah tangga untuk berhubungan dengan finansial. Jangan melimitasi di satu profesi,” jelasnya.


Sumber: bisnis.com


 Kembali