Tips Mengelola Keuangan Untuk Karyawan Saat Virus Corona

Jum'at | 24 April 2020


JAKARTA - Pandemi virus Corona (COVID-19) melahirkan kebijakan WFH (work from home/bekerja dari rumah) bagi sebagian perusahaan.

Bagi karyawan yang melakukan WFH maka ini akan menimbulkan suka duka tersendiri. Sebagaian karyawan yang melakukan WFH melaporkan adanya stres, karena rasa bosan, tidak bisa jalan-jalan melakukan aktivitas di luar rumah lainnya.

Namun, di sisi lain WFH juga membawa keuntungan dalam bentuk penghematan biaya transportasi dan waktu. yang biasanya dihabiskan di kemacetan perjalanan ke kantor.

Kelebihan waktu dan dana transportasi harus dikelola dengan baik, agar Anda iseng, untuk menghabiskan uang untuk belanja online.

Berikut tips dari Dimas Ardhinugraha, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) yang dikutip dari keterangan resmi pada Senin (13/4/2020):

1. Bantu orang lain yang membutuhkan

Pandemi Covid-19 yang terjadi di berbagai belahan dunia ini telah merenggut nyawa dan telah menghilangkan mata pencaharian serta penghasilan sebagian masyarakat.

Bagi Anda yang saat ini masih menerima penghasilan utuh, ulurkan tangan Anda untuk membantu saudara kita (tetangga/ teman/ kerabat/ orang lain) yang kehilangan pekerjaan/penghasilan, maupun untuk tenaga medis yang berhadapan langsung dengan penanganan Covid-19.

Donasikan sebagian rezeki Anda untuk membantu mereka.  Berapa pun donasi Anda, akan sangat berarti bagi saudara kita dan keluarganya.

2. Siapkan dana darurat

Tidak ada yang tahu pasti kapan pandemi ini akan berakhir. Bagi karyawan yang saat ini masih memiliki pekerjaan dan menerima gaji secara utuh, manfaatkan rezeki ini dengan sebaik-baiknya.

Saya sarankan untuk memprioritaskan dan sesegera mungkin mengisi penuh pos dana darurat. Dalam kondisi normal, umumnya dana darurat disiapkan untuk menutupi biaya hidup atau pengeluaran selama 3 hingga 6 bulan.

3. Manfaatkan reksa dana pasar uang untuk menyimpan dana darurat

Simpan dana darurat di tempat yang aman, mudah dicairkan atau likuid, dan tumbuh atau memberikan potensi imbal hasil. Saya sarankan untuk menyimpan dana darurat di reksa dana pasar uang.

Beberapa kelebihan reksa dana pasar uang diantaranya adalah sangat terjangkau (cukup dengan minimal Rp 10 ribu), likuid (dana yang dicairkan akan masuk ke rekening tabungan nasabah dalam waktu yang telah ditetapkan dalam prospektus), tidak ada biaya masuk dan keluar, bukan objek pajak, dan memiliki potensi imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan tabungan atau deposito.
 
Sebagai gambaran, saat ini suku bunga deposito sekitar 4,5 per tahun, belum dipotong beban pajak.  Bunga tabungan tentunya lebih kecil daripada bunga deposito. Sementara itu, reksa dana pasar uang Manulife Dana Kas II memberikan imbal hasil sebesar 6,11 persen net (tidak dipotong pajak) dalam periode 1 tahun (berdasarkan kinerja produk per 7 April 2020).

Enaknya juga adalah pembukaan rekening dan transaksi reksa dana saat ini juga sudah dapat dilakukan secara online tanpa harus tatap muka, jadi kita bisa tetap #DiRumahAja.


Sumber: bisnis.com

 


 Kembali