Adopsi Teknologi Kunci Perbankan Ciptakan Peluang Baru

Kamis | 13 Februari 2020


Adopsi Teknologi Kunci Perbankan Ciptakan Peluang Baru

JAKARTA - Perusahaan konsultan manajemen internasional, McKinsey memperkirakan perbankan di Asia akan menghasilkan US$100 miliar pendapatan baru, jika mampu beradaptasi dengan teknologi, analisis data lanjutan, memiliki talent management, serta menjalankan kemitraan melalui merger dan akuisisi.

Laporan tersebut memaparkan industri perbankan Asia saat ini menghadapi tantangan berat ketika menghadapi pertumbuhan ekonomi yang melambat. Bahkan, pelaku industri perbankan hanya memiliki dua pilihan yakni menciptakan kembali peluang atau bersiap menghadapi kepunahan.  

Laporan yang dikutip, Rabu (12/2/2020) itu menunjukkan kecakapan teknologi finansial dalam menggaet konsumen lokal jauh lebih signifikan, sehingga menghambat kemampuan bank mengambil keuntungan.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menjelaskan kondisi perbankan Indonesia tidak banyak berbeda dengan kondisi yang terekam di Asia Pasifik.

"Kalau gangguan dari teknologi, paling hanya pada fee based income. Bank besar ada yang terpukul sedikit tetapi tidak terlalu besar. Mereka masih sangat mengandalkan pendapatan dari bisnis penyaluran kredit. Paling bank kecil yang kurang mampu bersaing, tetapi memang itu sedang dikonsolidasikan," kata Hans, Rabu (12/2/2020).

Dia menjelaskan tantangan bank di Tanah Air saat ini lebih banyak mengenai perebutan dana pihak ketiga. Sisi ini bahkan perbankan harus bersaing dengan pemerintah yang rutin menerbikan surat utang negara.

"Terus juga mereka [perbankan] juga mulai menghadapi tantangan dari pelaku asuransi yang mampu memberi fix rate [janji imbal hasil tetap] kepada pada nasabahnya," ujarnya.

 

Sumber: bisnis.com


 Kembali