Simak Tips Atur Ulang Keuangan Pribadi pada 2020

Rabu | 08 Januari 2020


Simak Tips Atur Ulang Keuangan Pribadi pada 2020

JAKARTA — Tahun baru menjadi ajang perubahan bagi orang-orang yang ingin memiliki kehidupan yang lebih baik. Beraneka doa, kebaikan dan keberuntungan dipanjatkan kepada Sang Pencipta.

Ada juga yang memiliki keinginan untuk mengubah kondisi finansial dari konsumtif menjadi pengeluaran yang lebih tertata agar menjadi lebih bahagia pada hari tua. Keinginan dari dalam diri untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik menjadi modal awal perbaikan manajemen keuangan.

Dibutuhkan kedisiplinan dalam memanajemen keuangan, dimulai dari menabung secara rutin. Menabung adalah tahapan sebelum memulai investasi.

Financial Planner Oneshildt, Budi Raharjo menuturkan bahwa saat memulai investasi maka masing-masing orang harus memperkuat fundasi keuangan yakni dengan memiliki dana sebesar 3 bulan pengeluaran dalam tabungan. Dana tersebut juga bisa berperan sebagai dana darurat.

“Paling tidak, tiap-tiap orang yang belum berkeluarga harus mampu menyimpan sebesar 30% dari penghasilan, lalu 60% dari gaji digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan sekitar 8%-10% untuk biaya rekreasi,” ungkapnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (3/1/2020).

Pembagian pos-pos keuangan tersebut telah memperhitungkan bahwa orang tersebut telah memiliki asuransi kesehatan.

Budi mengungkapkan banyak juga orang yang menabung setelah menghabiskan sebagian gaji untuk biaya konsumsi dan rekreasi. Dengan kata lain, menabung dari sisa gaji. Padahal kondisi tersebut merupakan trik yang salah.

Adapun trik yang paling tepat dalam menabung atau investasi adalah menyisihkan dana yang diterima saat hari pertama gajian, bukan menggunakan sisa gaji untuk menabung.

Bila mengalami kesulitan untuk menabung, maka bisa menggunakan fasilitas autodebet dari perbankan. Dana sebesar 30% dari gaji bisa dipindahkan dengan skema autodebet dan ini sangat memudahkan seseorang dalam menabung atau berinvestasi.

"Kalau Anda merupakan orang yang terbiasa menghabiskan gaji untuk kebutuhan konsumsi, maka mulailah menata ulang pos-pos keuangan dan ciptakan yang baru dengan skema tersebut," ungkapnya.

Tak perlu disesali sikap konsumtif yang dilakukan pada tahun lalu. Sebab, pada tahun ini perbaikan perencanaan keuangan bisa dilakukan dengan komitmen.

 

 

Sumber: bisnis.com


 Kembali