Siapkan Hari Tua, Minimal Terpenuhi Dua yang Sering Diabaikan Ini

Jum'at | 15 November 2019


Bisnis.com, JAKARTA  – Masa pensiun adalah masa penting yang harus disiapkan jauh-jauh hari. Jika tidak pernah dipersiapkan, kita tidak akan pernah mendapatkan masa pensiun yang menyenangkan, yang terjadi justru jadi beban bagi anak-anak.

Head of Product Manulife Indonesia Richard Sondakh mengatakan bahwa semakin dini menyiapkan masa pensiun maka hasilnya akan semakin bagus. Menyisihkan dana Rp1 juta per bulan sejak usia 25 jauh lebih bagus hasilnya daripada menyisihkan Rp2 juta per bulan tapi sejak usia 40 tahun.

Menyiapkan masa pensiun juga bakal mencegah munculnya sandwich generation baru, di mana seorang kepala keluarga selain harus menghidup keluarga dan anaknya, masih harus membiayai hidup orang tuanya.

“Jika kita tidak menyiapkan hari tua, anak-anak kita akan jadi sandwich generation. Kita tidak mau anak kita yang seakrang ini sedang bekembang, nanti malah terjepit di tengah. Jadi menyiapkan hari tua, kita bukan hanya untuk kita tapi juga anak-anak, bahkan cucu-cucu kita,” ujar Richard dalam acara Workshop For Media, pekan lalu.

Dalam perencanaan hari tua, katanya, ada empat lapisan yang menyerupai piramida. Paling bawah adalah proteksi yang menjadi fondasi. Tanpa fondasi ini, maka struktur di atasnya tidak akan bisa dijalankan.

Proteksi terpenting adalah proteksi jiwa berupa asuransi jiwa. Seandainya kita mendadak tidak ada, maka keluarga bisa melanjutkan hidup tanpa pendapatan dari tulang punggung keluarga. “Uang asuransi bisa menggantikan cash flow bagi perekonomian keluarga.”

Proteksi kedua adalah adanya asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan bisa membuat kita lebih ringan saat mengidap penyakit. Apalagi, semakin tua semakin banyak penyakit yang hinggap. “Fondasi itu penting, tapi sering tidak kelihatan,” kata Richard.

Lapisan kedua adalah wealth accumulation atau mengumpulkan kekayaan. Pensiun butuh persiapan dana yang telah dikumpulkan sejak usia produktif, termasuk di dalamnya adalah dana darurat, dana pensiun, simpanan, dan dana pendidikan anak.

Lapisan ketiga adalah wealth acceleration yang bisa dilakukan dengan investasi pada saham, reksa dana, atau properti. Intinya adalah investasi yang dapat menghasilkan kenaikan kekayaan di masa depan. Bisa juga lewat pendapatan pasif seperti saat Anda memiliki rumah untuk disewakan atau kos-kosan.

Level terakhir adalah distribusi, yakni saat Anda bisa mewariskan kekayaan kepada anak atau cucu.

“Jika tidak bisa semuanya, minimal dua langkah paling bawah bisa untuk menghadapi hari tua,” kata Richard.

Walau sangat penting, menurutnya orang sering mengabaikan asuransi. Saat sehat dan muda, orang sering menolak tawaran produk asuransi. Namun saat sudah sakit, mereka akan mencari-cari asuransi, padahal saat itu asuransi sudah enggan melayani.

 

Sumber: bisnis.com


 Kembali
SIMULASI KREDIT


LINKS