Resmi Jadi Devisa, ini Target Bank Sulselbar

Rabu | 30 Oktober 2019


Resmi Jadi Devisa, ini Target Bank Sulselbar

MAKASSAR - Bank Sulselbar resmi menjadi bank devisi setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Bank Sulselbar untuk menjadi bank devisa.

Dengan status bank devisa,artinya semua kegiatan usaha perbankan dalam valuta asing bisa dilakukan Bank Sulselbar. Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Bank Sulselbar, Irmayanti Sulthan mengatakan, mulai 1 November nanti Bank Sulselbar akan mulai melakukan transaksi dengan statusnya sebagai Bank Devisa.

"Kita kan baru launching kemarin, tapi tanggal 1 November nanti kita targetkan sudah ada kegiatan transaksi devisa, tapi itu dilakukan secara bertahap," kata Irmayanti, Rabu (30/10/2019). Yanti sapaan akrabnya menjelaskan, meski baru namun dari segi persiapan, Bank Sulselbar telah siap sepenuhnya.

"Kami belum bisa berbuat banyak, tapi di tahap awal ini dari segi persiapan kita sudah lakukan seperti SDM, IT, dan sebagainya. Mudah-mudahan tanggal 1 kita sudah bisa operasional," bebernya. Lanjut Yanti, yang terpenting dari status Bank Devis ini adalah bagaimana masyarakat atau target eksportir mendapat benefit dari Bank Sulselbar.

"Strategi kita di awal ini pasti pricing lebih kompetitif untuk devisa. Selanjutnya kita akan terus mendesain produk yang bisa menjawab kebutuhan para eksportir. Tapi itu kita lakukan secara bertahap juga, karena kita kan terus evaluasi pada saat implementasi," jelasnya.

Yanti juga berharap dukungan dari berbagai pihak terkait Bank Sulselbar yang kini telah menyandang status bank devisa. "Kita butuh dukungan semua pihak, termasuk media untuk mempromosikan karena yang lebih penting itu, kita memberi kontribusi dan manfaat untuk ekspor di Sulsel dan Sulbar.

Karena itu juga kita berharap mampu menjawab harapan pemegang saham," imbuhnya. "Mudah-mudahan Bank Sulselbar bisa memberi manfaat untuk transaksi ekspor impor di Sulsel," tambah Yanti. Selain itu, lanjut Yanti, sambil operasional, perseroan terus menggali kebutuhan apa yang bisa ditawarkan ke eksportir.

"Kita ingin lebih mendekatkan diri ke komunitas ekspor. Kita sudah komunikasi dengan Perindag, Kadin, dan lainnya. Kita tingkatkan koordinasi dan komunikasi karena yang terpenting pada akhirnya kita bisa memberi manfaat, bukan cuma mengeluarkan produk," terangnya.

"Kita juga ada binaan kerja sama perindag untuk usaha yang orientasi ekspor untuk peningkatan kapasitas, yang memiliki prospek ke depan kita tingkatkan kapasitas dan aksesnya.

Misalnya kemarin ada yang mau ikuti ekspo di Surabaya, kita suport, dan bantu calon eksportir untuk tingkatkan kapasitas," pungkasnya.

 

Sumber: makassar.tribunnews.com


 Kembali
SIMULASI KREDIT


LINKS