OJK Masih Kaji Status Devisa Bank Sulselbar

Rabu | 11 September 2019


OJK Masih Kaji Status Devisa Bank Sulselbar

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI Sulawesi Maluku Papua (Sulamapua) masih mengkaji dokumen yang diajukan oleh Bank Sulselbar untuk menjadi bank devisa.

Kepala OJK Regional VI Sulamapua, Zulmi mengatakan, OJK baru menerima berkas dari Bank Sulselbar pertengahan Agustus lalu.

Pihaknya membutuhkan waktu 60 hari kerja untuk meneliti kelengkapan sebelum memberi izin ke Bank Sulselbar untuk menjadi banl devisa.

"Bank (Sulselbar) sudah mengajukan pertengahan Agustus lalu, dan sekarang masih dalam proses penelitian kelengkapan," kata Zulmi kepada Tribun Timur, Selasa (10/9/2019).

"Jika lengkap Inshaa Allah kurang dari 60 hari kerja, sesuai aturan, izin sudah bisa dikeluarkan," tambahnya.

Rencana menjadi bank devisa yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB), di dalamnya terdapat beberapa tahapan seeprti penyiapan infrasruktur, SOP, dan SDM.

Menurut Zulmi, Bank Sulselbar sudah selayaknya menjadi bank devisa.

"Kalau dari skala usaha dan potensi daerah, Bank Sulselbar memang sudah selayaknya jadi bank devisa," kata dia.

Ada tiga aspek yang harus dipenuhi bank untuk menyandng status bank devisa yakni modal inti minimal Rp 1 Triliun.

Kesehatan bank komposit 2 dalam 18 bulan terakhir, serta rasio KPMM minimal 10 persen.

Selain tiga aspek utama itu, ada juga persyaratan lain studi kelayakan mancakup potensi ekonomi maupun pasar.

Serta proyeksi pertumbuhan neraca maupun tinhkat pwrsaingan bank dalam aktivitas valuta asing.

Selain itu, kesiapan penerapan manajemen risiko atas kegiatan valas, SOP, kesiapan struktur organisasi, SDM dan Teknologi Informasi (TI).

Rencana penerapan Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), hingga kesiapan korespondesi bank di luar negeri.

Sumbermakassar.tribunnews.com


 Kembali
SIMULASI KREDIT


LINKS