Bank Sulselbar Siap Jadi Bank Devisa Pertama di Indonesia Timur

Selasa | 30 April 2019


Bank Sulselbar Siap Jadi Bank Devisa Pertama di Indonesia Timur

MAKASSAR - Jika tak ada aral melintang pada triwulan IV, Bank Sulselbar akan melaunching kehadirannya sebagai bank devisa. Menjadi bank devisa merupakan salah satu keinginan besar Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah selaku pemegang saham terbesar di bank plat merah ini.

Tujuannya tidak lain agar bank Sulselbar dapat memperluas jangkauan bisnisnya, dengan mengelola sejumlah yang dikelola melalui aktifitas ekspor dan impor yang memang potensinya begitu besar.

Untuk mewujudkan hal itu, manajemen Bank Sulselbar telah melakukan sejumlah langkah-langkah percepatan menjadi bank devisa.

Menurut Pemimpin Departemen Treasury, Product and Client Contact Bank Sulselbar, Edwin Syamsuddin, langkah yang sudah dilakukan dengan mengajukan izin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ditargetkan izinnya akan keluar di Bulan Mei, dengan memenuhi segala syarat yang diwajibkan.

Tak hanya itu saja, juga telah dilakukan perekrutan SDM baik secara internal maupun eksternal melalui prohigher terhadap mereka yang memiliki kapabilitas dalam mengelola bank devisa. Termasuk melakukan pembenahan pada software maupun brandaware.

“Menjadi bank devisa memang sejalan dengan visi Bank Sulselbar, makanya kami ingin menjadi bank daerah pertama di Indonesia Timur mewujudkan itu. Sejumlah langkah dilakukan, dengan memenuhi fase fundamental dalam sebuah syarat dengan menjaga tingkat kesehatan bank dimana bank tidak mudah mencapainya,” ujarnya saat menggelar jumpa pers, Senin, (29/04/2019).

Dengan segala dukungan tersebut, kata Edwin Syamsuddin, pihaknya mengaku optimistis pada triwulan IV launching Bank Sulselbar sebagai bank devisa dapat terwujud.

“Bank Sulselbar merupakan bank daerah tercepat melakukan proses persyaratan itu, jika dibandingkan bank lain membutuhkan waktu bertahun-tahun. Namun, berkat pendampingan LPPI semua bisa dilakukan termasuk izin OJK ditargetkan bisa keluar di Bulan Mei,” harapnya.

Dia memaparkan, dalam waktu dekat pula Bank Sulselbar akan bersinergi dengan BNI 46 untuk capacity building maupun corespondence. Bank ini dipilih karena jangakuannya di luar negeri paling luas, serta menjadi bank pertama yang menjadi bank devisa.

“Dukungan dari stakeholder terkait begitu besar agar Bank Sulselbar menjadi bank devisa, hal itu diketahui ketika melakukan depth interview ke 9 kabupaten/kota dengan menemui eksportir dan importir dalam menggali potensi maupun mengetahui produk yang menjadi kebutuhan mereka,” tuturnya.

Sumbermakassar.sindonews.com 


 Kembali
SIMULASI KREDIT


LINKS