Berani Enggak Anak Milenial Beli Properti?

Senin | 07 Januari 2019


Bisnis.com, JAKARTA — Era sekarang, orang memag harus selalu kreatif untuk bisa mencari uang atau memperoleh pendapatan tambahan. Cara kreatif tentu bukan dengan korupsi atau mengambil hak orang lain.

Zaman now, zaman digital, era para generasi milenial, Anda jualan martabak ditawarkan melalui media sosial saja bisa kedatangan pembeli entah darimana asalnya. Dengan kata lain, media sosial sudah membuat orang terhubung, berjejaring.

Belum lama ini, muncul di pemberitaan kalau bank mencoba menawarkan kredit ringan untuk generasi milenial membeli properti. Ya, lagi-lagi properti. Tanah, rumah, memang disebut sebagai investasi konvensional, tapi memang kenyataannya harganya selalu naik.

Bilamana Anda membeli rumah, lalu rumah itu disewakan tentu bisa diklasifikasikan bahwa rumah itu sebagai aset. Aset yang bisa menambah penghasilan. Beda, apabila Anda punya rumah, lalu rumah dibiarkan begitu saja dengan target untuk masa depan anak-anak nanti, ya justru rumah itu jadi beban.

Aset yang baik adalah yang menghasilkan. Maka, kalau Anda sekarang punya rumah yang tidak ditempati, ya lebih baik disewakan. Disewakan untuk tempat tinggal atau perkantoran, atau yang lainnya yang bisa menghasilkan.

Bayangkan, Anda sudah melakukan cicilan setiap bulan mungkin selama 20 tahun. Kalau rumah dibiarkan selama itu tidak dioptimalkan malah bisa rusak dan merepotkan nantinya.

Guna aset ada  dua. Anda memperoleh penghasilan produktif dan Anda memperoleh penghasilan.

Itu sebabnya, generasi milenial sekarang harus berani untuk berinvestasi di properti. Semakin lama menunda membeli rumah, bisa jadi harganya semakin tak terjangkau.

Tidak beli karena alasan, masih punya rumah yang ditempati, belum ingin jauh dari keluarga, ya bisa saja. Kalau saya, tetap beli toh bisa disewakan seperti yang saya jelaskan tadi.

Apalagi sekarang cara pemasarannya sudah digital. Jadi ya jangan lagi takut investasi properti bagi generasi milenial.

 

Sumber: bisnis.com


 Kembali