Perhatikan, Ini Delapan Indikator Sehat Finansial

Jum'at | 31 Agustus 2018


Bisnis.com, JAKARTA – Memperhatikan kondisi kesehatan keuangan adalah hal yang amat penting seiring dengan kondisi ekonomi global yang kurang menentu. Sewaktu-waktu Anda perlu memeriksa bagaimana kesehatan keuangan Anda supaya bisa diketahui kondisi sesungguhnya.

Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie dalam bukunya berjudul “Make It Happen!” mengungkapkan delapan indikator sehat finansial.

Pertama, punya dana darurat. Setiap orang wajib memiliki dana darurat setidaknya tiga kali pengeluaran rutin bulanannya.

“Jadi, kalau tiap bulan perlu Rp5 juta untuk hidup, jumlah dana darurat minimal Rp15 juta, tetapi disarankan lebih baik menargetkan dana darurat ini 12 kali pengeluaran rutin bulanan mengingat kondisi ekonomi tidak menentu,” ujarnya.

Kedua, mampu mengelola utang. Jumlah total pembayaran segala cicilan utang direkomendasikan tidak melebihi 35% dari penghasilan rutin bulanan, termasuk di dalamnya kartu kredit, kredit kendaraan, dan kredit tunai. Sementara untuk kredit perumahan, disarankan porsinya tidak melebihi 30% dari penghasilan rutin bulanan.

Ketiga, punya rumah tinggal. Memiliki rumah merupakan indikator penting dalam memahami kondisi kesehatan keuangan karena merupakan salah satu kebutuhan primer setiap individu.

Keempat, punya dana pendidikan. Di Indonesia, biaya pendidikan menjadi ketakutan terbesar dari banyak orang tua. Pasalnya, kenaikan biaya pendidikan rata-rata per tahun bisa mencapai 15%, sementara dalam mempersiapkan masa depan buah hati tidak bisa trial and error.

“Pastikan Anda sudah menghitung berapa kebutuhan dana pendidikan anak dan Anda sudah berinvestasi untuk mencapainya,” tuturnya.

Kelima, punya tabungan hari tua. Seorang karyawan pasti akan pensiun dan seorang pebisnis ada masanya meneruskan bisnis ke anak. Oleh sebab itu, merencanakan dana hari tua sangat vital, terutama bagi Anda yang tidak rela punya gaya hidup yang menurun di masa depan.

Keenam, mampu mengendalikan gaya hidup. Pastikan Anda memiliki penghasilan untuk membiayai gaya hidup dan yang pasti tidak dengan berutang.

Ketujuh, punya asuransi. Melindungi nilai aset dan nilai ekonomis jiwa sangatlah penting. Pasalnya, satu kejadian sakit keras atau musibah yang dapat melenyapkan rumah dapat menghancurkan kesehatan keuangan Anda.

Evaluasi kebutuhan proteksi Anda dan pastikan mempunyai asuransi yang benar-benar diperlukan oleh keluarga Anda, bukan sekadar apa yang dijual oleh teman agen asuransi.  

Kedelapan, mengetahui portofolio keuangan keluarga. “Apakah aset Anda hanya ada di rumah tinggal atau sudah tersebar sebagian dalam bentuk aset finansial? Atau nyaris 100% uang Anda ada di tabungan dan deposito?” ucap Prita.

 

Sumber: bisnis.com


 Kembali