Kunci Utama Manajemen Keuangan Keluarga Baru

Jum'at | 27 Juli 2018


Kunci Utama Manajemen Keuangan Keluarga Baru

ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-- Manajemen keuangan keluarga yang baik juga dapat membantu untuk mengatur rencana jangka pendek dan panjang.

Apalagi manajemen keuangan untuk keluarga baru. Hal ini termasuk kapan anda dan pasangan berencana untuk membeli rumah, memiliki anak, tabungan demi kebutuhan buah hati, sampai dengan simpanan hari tua.

Perencana keuangan Tatadana Consulting Tejasari Assad mengatakan hal utama yang perlu dilakukan oleh pasangan keluarga baru adalah pemahaman bersama dan mau kompromi. Pasalnya Anda dan juga pasangan tentu memiliki perbedaan, termasuk dalam mengatur keuangan.

“Pasti butuh kebiasaan dulu bagaimana pengelolaan keuangan yang diinginkan, yang cocok seperti apa, misalnya apakah gaji suami semua diberi ke istri atau sebagian,” kata Tejasari kepada Bisnis dikutip Selasa (24/7/2018).

Oleh karena itu, lanjutnya, yang paling baik adalah duduk bersama untuk menghitung berapa kemungkinan pengeluaran yang dibutuhkan setiap bulannya. Untuk itu, dia menyarankan agar saling terbuka terkait penghasilan masing-masing untuk mencapai kesepakatan dalam merecanakan tujuan keuangan keluarga. Apalagi, kebutuhan berkeluarga akan lebih kompleks seperti biaya kehamilan dan lahiran, pendidikan anak, asuransi keluarga, sampai dengan dana pensiun.

Dia mengatakan kedua pihak harus bersama menghitung atau menentukan kebutuhan untuk memonitor berapa besaran pengeluaran setiap bulannya. Hitungan ini juga nantinya dapat dimanfaatkan untuk melihat apakah ada pengeluaran yang sebetulnya bisa dipotong untuk menekan pengeluaran.Selain itu, agar bisa melakukan penyesuaian antara pemasukan dengan pengeluaran yang dimiliki.

Selanjutnya, harus menentukan rekening siapa yang rencananya dipakai untuk apa. Misalnya rekening suami digunakan untuk mengelola rekening KPR, atau kredit yang lainnya. Masing-masing harus bertanggung jawab supaya kondisi keuangan bersama tetap aman.

Jumlah pengeluaran membutuhkan sumber dana untuk membiayainya. Apabila hanya satu orang yang bekerja tentunya tugas selanjutnya membagi uang yang dimiliki sesuai dengan nominal yang disepakati. Apabila pasangan sama-sama bekerja tentukan gaji siapa digunakan untuk membiayai pengeluaran apa saja. Meski pada akhirnya satu orang yang akan mengatur, paling tidak sudah dibicarakan terlebih dahulu.

“Bikin pembagian sama-sama, kira-kira suami mau kasih bujet berapa, istri berapa, kalau bisa bikin rekening bersama,” katanya.

 

Sumber: bisnis.com


 Kembali