Agar Bunga Kredit Tak Melilit

Rabu | 18 Juli 2018


Saya mau mengawali cerita dengan hal ini. Harga air bersih di Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau mencapai Rp100.000 satu gerobak atau hampir sama dengan harga untuk 10 kg beras.

Kondisi tersebut terjadi akibat dari musim kemarau yang mulai melanda kabupaten termuda di Provinsi Riau itu.

Gambaran saya, kondisi itu menjadi hal umum di daerah di Indonesia, meski tidak semuanya. 

Itu pula yang terjadi soal uang.  Zaman dulu, zaman old uang ibarat air di empang atau danau.  Mengambil air sulit.  Air terbatas,  apalagi musim kemarau. 

Di kampung yang keseringan banjir pun sulit air. Terpaksa masing-masing membeli air yang dijual gerobak keliling. 

Saya mengibaratkan, hal itu sebagai kondisi masyarakat yang tidak memiliki akses kredit ke bank.  Mereka menjadi korban air mahal,  bunganya kredit bank desa atau rentenir termasuk KTA,  kartu kredit bunganya 10 kali lipat daripada bunga kredit bank.

Itu zaman old,  bagaimana sekarang solusinya zaman now?  Uang atau air praktis lebih mudah. Melalui jalur PDAM, perusahaan air minum.

Bila air diproduksi terus menerus,  "uang pun diproduksi terus oleh bank dalam bentuk kredit." 

Oleh karena itu,  sama dengan zaman old mengatakan:

1. Utang harus dilunasi,  zaman now tidak begitu.  Kredit adalah uang produktif bersifat mengalir,  disebut running water.  Selama kita mengakses kepada kredit bank jangka panjang bunga lunak maka semua kebutuhan air akan tersedia.  Kredit bank untuk terus diupgrade selama produktif. 

2. Debit air yang mencukupi akan mendukung bisnis,  katakan usaha tambak udang.  Penjualan udang melebihi biaya air PAM.  Sehingga kredit bank harus diperiksa menyangkut tiga hal. Pertama, berapa nilai  kredit bank Anda. Kedua, berapa tingkat nilai aset Anda.  Rata-rata nilai aset 2—3 kali lipat dari kredit. Ketiga, berapa tingkat bunga kredit Anda? 

Bila kredit Anda diikat tahun lalu bunganya sekitar 8% bila akad kredit dua tahun lalu bunganya 12% Alhasil kredit Anda harus diperbaharui,  menjadi 2-3 kali lipat.  Karena bunga kredit baru sekitar 5%-6% disebut "migrasi kredit." 

 

Sumber: bisnis.com


 Kembali