Bank Sulselbar Percepat Spin-Off

Kamis | 30 November 2017


Bank Sulselbar Percepat Spin-Off

Ilustrasi | upeks.fajar.co.id

MAKASSAR-- Proses pemisahan (Spin-Off) Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Sulselbar, bakal lebih cepat. Rencananya, 2020 nanti sudah rampung.

Direktur Utama Bank Sulselbar, Andi Muhammad Rahmat, menuturkan saat ini pihaknya mempersiapkan strategi untuk mempercepat Spin-Off Unit Usaha Syariah. Sesuai aturan, Spin-Off UUS Perbankan paling lambat 2023 nanti. saat ini kata dia, pihaknya terus upayakan terkait kecukupan modal.

"Gaung persetujuan di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) akan dimulai tahun depan. Diharap nanti 2020 sudah beres," ungkapnya kepada Fajar, Selasa, 28 November.

Rahmat melanjutkan, potensi keuangan syariah di Sulsel cukup besar. Seperti penduduk mayoritas Muslim dan besarnya potensi ekonomi di pondok pesantren. Bila ada Bank Umum Syariah (BUS) milik pemda, tuturnya, akan semakin memperkuat pengembangan ekonomi syariah di Sulsel.

"Bank Sulselbar memiliki jaringan kuat di Sulsel. Kita akan masuk hingga ke pelosok termasuk genjot bisnis syariah," ujarnya.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengemukakan, Spin-Off diharapkan bisa memacu performa Bank Sulselbar. Namun menurutnya, memang butuh banyak kesiapan selain karena tuntutan regulasi. Salah satunya, terkait ketersediaan modal.

"Proses Spin-Off ini harus dipercepat dan modal sementara sudah Rp100 miliar," katanya.

Menurut Syahrul, kekurangan modal ini tidak sulit, sepanjang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mau mengawal. Menurutnya, Spin-Off  UUS Bank Sulselbar bisa sebagai pilot project di Indonesia.

"Ada potensi penerbitan obligasi daerah (obda) yang bisa dimanfaatkan," bebernya. 

 

Sumber: Harian Fajar 30 November 2017 

 


 Kembali