Mempelajari Uang Zaman Now

Jum'at | 24 November 2017


Mempelajari Uang Zaman Now

Goenardjoadi Goenawan | Bisnis.com

Bisnis.com— Uang sekarang bukan lagi alat tukar, atau sebagai alat yang memiliki nilai simpan. Pepatah zaman old bilang rajin menabung pangkal kaya.  Yah zaman now boro-boro menabung, bisa bayar tagihan enggak telat saja sudah bersyukur. Sementara itu, salaray no up up, alias enggak naik-naik. 

Zaman now uang menjadi kekuasaan. Masak sih Pak? 

Zaman old kekuasaan itu dipegang oleh penjajah. Itu sudah berjalan 2000 tahun.  Kemudian penjajahan ini dikalahkan oleh revolusi agama sambil membawa pedang,  timbulnya era perang.  Perang dunia bolak-balik membawa banyak korban.

Pada 1970 dimulai era uang sebagai sarana kekuasaan. Artinya kekuasaan dipindah dari tangan tentara dipindah kepada korporasi. Cara ini efektif mengalahkan negara-negara lain tanpa timbul korban dibunuh. 

Dulu Uni Soviet mulai dengan Perestroika dan Glasnost karena akhirnya warga Rusia ingin kaya.  Akhirnya Deng Xiao Ping membuka China.  Tidak bersalah untuk menjadi kaya.  Akhirnya China terbuka terhadap investasi asing. Sejak itu perang dingin dengan komunisme berakhir.  Semuanya kapitalis.

Bagaimana sekarang? 

Dunia dikelola menjadi globalisasi artinya investor asing masuk Rusia, Jerman, China, Vietnam,  Kamboja, Myanmar. Mereka terus keliling. India,  Indonesia, Pakistan seluruh dunia dikendalikan oleh uang. 

Jadi kalau sekarang masih berpikir revolusi agama,  itu sudah usang.

Bayangkan head office Saudi Arabia saja ada gerakan radikal dibubarkan, di headquarter Turki berusaha ingin ikut Uni Eropa. Musuhnya dulu penjajah Byzantium, Crusader,  Inggris sekarang musuhnya itu Siti bank,  Susi standchart,  Rika ANZ,  Silvy Hongkong Bank,  dll. 

Dulu Jendral Musharraf,  Qaddafi,  Saddam Hussein,  Hosni Mubarak diberi senjata.  Sekarang Xi Jinping diberi kredit Citibank,  Jendralnya Jack Ma,  Mark Zuckerberg,  Bill Gates,  Amazon,  Tokopedia,  Gojek,  Meikarta.

Ini menjawab mengapa imigran muslim dibiarkan masuk Jerman dan eropa.  Karena sekarang tidak masalah siapapun akan menjadi agen investor. Mereka nanti setelah terhubung dengan investasi orang eropa kembali menjadi investor di negara nya masing-masing menjadi globalisasi.

 

Sumber: bisnis.com


 Kembali