Lepas dari Jerat Kartu Kredit

Kamis | 19 Oktober 2017


Lepas dari Jerat Kartu Kredit

Goenardjoadi Goenawan. | Bisnis.com

Satu orang bahkan bisa memiliki dua hingga tiga kartu kredit. Kemudahan pembayaran dan limit yang besar adalah faktor yang membuat kartu kredit begitu diminati oleh para nasabah.
 
Namun perlu dipahami betul bahwa tak seperti legenda Romeo Juliet, utang kartu kredit tidak sehidup semati.
 
Ada pengalaman teman saya yang terjerat kartu kredit, utangnya menumpuk sampai akhirnya memunculkan persoalan pelik. 
 
Bagaimana sebenarnya supaya kita bisa lepas dari jerat kartu kredit?  Menurut pengamatan saya,  solusinya adalah :
 
1. Utang, termasuk kartu kredit dalam terminologi hukum masuk dalam kategori pasal perdata,  yaitu prinsip utang adalah kemampuan pengutang dan iktikad baik pengutang. Dalam kasus pelaporan kepada polisi kedua hal tersebut menjadi hal utama.  Asalkan Anda bisa membuktikan dapat menyicil sesuai kemampuan,  Anda bisa mengajukan solusi misalnya:
Diskon jumlah utang, misalnya potongan 30% atau alternati lain semua diubah menjadi cicilan tetap sesuai kemampuan Anda dengan batas tertentu, misalnya 12 bulan 
 
2. Hal yang harus dihindari adalah berurusan dengan penahih atau debt collector. Kalau sampai melawan atau menghindar tagihan, ranahnya bisa masuk pidana. 
 
Hal lain yang juga harus dihindari adalah penyitaan karena bisa berakibat fatal.  
 
Seharusnya pasal perdata utang piutang tidak serta merta bisa melakukan penyitaan.  Bila hal tersebut terjadi, segera lapor kepada Polisi. 
 
3. Jangan sekali-kali  memindahkan  utang satu bank kepada bank lain karena history catatan beban bunga hilang sekaligus.  Akibatnya bisa fatal, Anda semakin sulit mengajukan restrukturisasi poin 1 di atas. 
 
4. Prinsipnya utang adalah di-split,  dibagi.  Bila Anda bisa mengajukan empat kali cicilan, paling tidak Anda bisa segera minta bantuan 25% dari keluarga yang secara finansial lebih mampu. 
 
5. Mintalah bantuan penasihat hukum,  paling tidak ini mencegah pemaksaan sita badan,  paling fatal adalah Anda bisa ditahan sebagai cara menekan keluarga Anda untuk melunasi utang.  Ingat setiap polisi berhak menahan anda,  itu hak prerogatif penyidik. 
 
6. Pada saat anda menyelesaikan komitmen di atas jangan lupa,  minta surat keterangan lunas.  Ini penting supaya anda pun bisa Mengecek catatan BI Bank Indonesia. Bila BI checking anda merah anda bisa mengkoreksi dengan SKL alias surat keterangan lunas.

 

Sumber: bisnis.com


 Kembali