Uang itu Bersahabat dengan Orang Kaya

Sabtu | 07 Oktober 2017


Uang itu Bersahabat dengan Orang Kaya

Goenardjoadi Goenawan | bisnis.com

JAKARTA — Pendapatan domestik bruto nasional Indonesia itu setara Rp4 juta per penduduk per bulan.  Diperkirakan GDP Indonesia akan menjadi top 5 di dunia. Kok bisa? 

Pertanyaan ini juga menjawab bagaimana menciptakan uang di Indonesia. Pendiri nikahsirri.com menciptakan peluang baru tetapi akhirnya ditangkap polisi melanggar pasal pornografi. 

1. Uang itu bersahabat dengan orang kaya. Coba lihat,  pameran lukisan dilelang lembaga Christie's tiap tahun harganya naik terus.

Namun Anda coba beli lukisan asli Picasso dari pasar loak walaupun disumpah itu lukisan asli, harganya tidak bisa dijual di lelang Christie's.  Memang aneh,  walaupun lukisan Anda asli namun tetap tidak diakui. 

Secara sederhana bagaimana Indonesia bisa menjadi negara maju dengan penghasilan bruto nasional setara Rp50 juta sebulan,  itu bukan berarti semuanya naik gaji, upah minumum jadi segitu.  Tidak. 

Bahkan di Singapura rata-rata penghasilan umum masyarakat hanya Rp20 juta per bulan, tetapi GDP per kapita mereka bisa mencapai Rp50 juta per bulan. Karena faktor utama dari capital gain kenaikan harga tanah.

Jadi ibarat tanah di Sunter dulu disulap jadi Kelapa Gading, tanah di kapuk disulap jadi Pantai Indah Kapuk membuat harga tanah naik tajam.  Ini berulang terjadi pada Golf Island,  Pluit City pulau reklamasi baru. 

Jadi Indonesia seperti saat ini memperoleh pinjaman utang komersial luar negeri setara Rp200 triliun untuk proyek Meikarta.  Proyek raksasa ini akan menaikkan dua kali lipat GDP per kapita Indonesia. 

2. Bagaimana seandainya utang komersial tersebut didistribusikan kepada masyarakat miskin?  Itu seperti cerita tadi lukisan Picasso asli ditemukan di pasar loak.  Tidak ada capital nilai yang tersimpan.  Ini menjawab real estate ada yang naik tinggi ada juga yang bantet. 

Pastinya GDP per kapita Indonesia tidak akan naik tanpa adanya utang komersial luar negeri raksasa.  Herannya dari mana kok luar negeri bisa mengutangi Indonesia banyak banget begitu?  Utang tersebut juga dari capital gain pasar properti China, Jepang,  Korea, Hong Kong, dll. 

Uang disana juga membengkak seperti balon udara.  Lalu secara aggregate total dunia kok enak mereka sepertinya cetak duit secara gratis?  Sebenarnya jumlahnya kemakmuran dunia itu tetap.  Jumlahnya tambang emas,  perak,  minyak bumi juga segitu saja tidak membengkak seperti utang komersial luar negeri.  

Secara general utang komersial tersebut hanya memindahkan kekayaan pemilik properti dari orang-orang yang belum punya rumah.  Oleh karena itu Presiden Jokowi mengebut mencetak 1 juta sertifikat tanah  untuk masyarakat umum Indonesia supaya mereka tidak ketinggalan kereta.

Oleh karena itu kitapun harus segera mempersiapkan diri menghadapi perang kapitalisme di masa kini.

 

Sumber: bisnis.com


 Kembali