EDUKASI DUIT: Jalan Uang, Solusi & Relasi

Jum'at | 21 Juli 2017


EDUKASI DUIT: Jalan Uang, Solusi & Relasi

Goenardjoadi Goenawan | Bisnis

JAKARTA — Banyak anak-anak muda setelah menuntaskan jenjang pendidikan tinggi, lalu bekerja jadi karyawan mengalami shock. Ketika masih sekolah, semuanya hampir terasa mudah, mudah menyelesaikan soal ujian, waktu bermain bebas.

Praktis waktu luangnya banyak, tidak ada yang mengekang. Namun, setelah lulus kuliah, masuk dunia kerja, banyak anak muda yang bingung menghadapi efek kekuasaan. Apalagi yang bekerja ikut owner perusahaan.  

Sepintas kita berpikir, mungkinkah suatu saat bisa mengalahkan kekayaan konglomerat? Tidak.  Kekuasaan itu melindungi dirinya dan orang-orang yang bertugas melindungi mereka juga banyak.  Dan sistem kapitalisme dibuat menguntungkan mereka.  

Padahal kalau dipikir-pikir, kita dilahirkan sama-sama telanjang kok dengan anak-anak konglomerat. Tapi kok bisa beda nasibnya?  

Kira-kira menjelaskannya begini.  Dunia dulu barbar yang berlaku hukum rimba.  Akhirnya banyak perang. Ketika zaman Romawi, semuanya ditata.  Diperkenalkan konsep uang sebagai kekuasaan. 

Para land lord alias tuan tanah menguasai wilayah dengan kekayaannya.  Didukung oleh tentara Romawi yang melindungi para tuan tanah.  

Katakanlah kita ini hidup di orbit planet merkurius,  duit langka,  kalau mau cari pinjaman kredit tanpa agunan (KTA) bunganya tinggi, punya kartu kredit juga bunganya bisa sampai 30% sampai 70%.

Ada kelompok lain yang ibaratnya hidup di planet venus. Di sana berkumpul golongan orang-orang kaya yang sudah memiliki agunan. Orbit di planet venus ini berjalan lambat, bisa dapat kredit jangka panjang dengan bunga rendah 6%.

Bayangkan di planet merkurius, dalam urusan yang kira-kira hampir sama yakni uang, bisa berputar 10 kali lebih keras daripada orbit di planet venus. Orang-orang di orbit planet venus terlihat  rileks,  waktu seolah-olah berjalan lambat.  

Ada yang kemudian berpikir, bukankah kalau kita mencicil kredit pemilikan rumah (KPR) harganya kemudian berlipat, kitapun bisa masuk jajaran planet venus? Ya betul. 

Tetapi, seumur hidup kelompok di orbit planet merkurius ini saat mencicil KPR ada dua pertanyaan besar. Satu, apakah dapat uang pesangon saat pensiun atau dua, bakal dapat warisan? 

Nah itulah dua pertanyaan besar.  Bila Anda tahu jawabannya, sejatinya Anda bisa pindah orbit ke planet venus. Tapi bila kedua pertanyaan tersebut menjadi ketidakpastian, ada dua hal yang pasti.

1. Perpindahan ke orbit planet venus adalah tergantung interaksi hubungan Anda dengan orang di planet venus.  Istilahnya,  tanpa ditarik ke planet venus, ya selamanya kita berputar-putar seperti gasing.  

Interaksi hubungan tersebut sifatnya mengikat.  Ada teman saya sukses menjadi raja kuliner se-Indonesia.  Istrinya melapor ke polisi pasal berzinah.  Saya telepon,  kapan Anda mau rujuk? Dijawab, lho apakah harus rujuk? Saya jawab, ya, Anda semakin tua. Akhirnya memilih rujuk. 

Cerita lainnya,  sebanyak 80% direktur dan CEO hampir tobat melihat perilaku planet venus. Mereka tidak bisa mengucapkan terima kasih dan mengukur segalanya dengan uang.  Tetapi bagaimana pun kita perlu berpikir untuk menjalin interaksi, menjalin relationship dengan mereka.  

2. Untuk bisa berinteraksi dengan planet venus,  maka Anda perlu menemukan solusi masalah mereka.  Kalau Anda seorang dokter, ya bisa bisa membantu informasi mengenai kesehatan. Bila Anda bukan dokter, beri solusi masalah apa yang bisa Anda lakukan.

Inilah yang disebut sebagai rahasia rezeki. Mengerti, memahami kehendak orang lain atau OPI (Other People Interest).

 

Sumber: bisnis.com


 Kembali