Bank Sulsel Bone Raih Laba Terbesar

Jum'at | 14 Januari 2011


Bank Sulsel Bone Raih Laba Terbesar

MAKASSAR - PT Bank Sulsel Cabang Utama Bone, menjadi salah satu penopang pembangunan ekonomi di daerah tersebut. Terbukti, seluruh kegiatan bisnisnya meningkat 20 persen. Sehingga Bank Sulsel Cabang Bone menjadi peraih laba rugi tersbesar dari 37 kantor cabang. "Kami menyumbang 12 persen terhadap total perolehan laba rugi Bank Sulsel yang mencapai Rp255 miliar tahunu lalu," kata Kepala Bank Sulsel Cabang Utama Bone, H Anzhari Muin, kepada FAJAR, Kamis, 13 Januari.
Dia menyebutkan, tahun lalu, laba rugi Bank Sulsel Cabang Utama Bone mencapai Rp39,7 miliar naik 12 persen dari laba rugi 2009 sekira Rp34,7 miliar. "Kami optimis tahun ini laba rugi kami lebih baik dibandingkan 2010," kata Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kabupaten Bone ini.

Menurut dia, pesatnya pertumbuhan Bank Sulsel Cabang Utama Bone tahun lalu, diyakini bakal berlanjut tahun ini. Pengelola Bank Sulsel Cabang Bone pun optimis tumbuh di atas 20 persen tahun ini, meskipun beberapa sektor bisnis produktif tengah menghadapi kendala anomali cuaca. pembiayaan bank tersebut terus meningkat. Anzhari menjelaskan, pada 2010 lalu, pihaknya berhasil membukukan aset sekira Rp363 miliar.

Angka itu meningkat 20 persen dari perolehan aset pada 2009 sekira Rp316 miliar. Peningkatan aset jelas Anzhari ditunjang oleh membaiknya penyaluran kredit terutama sektor produktif. "Tahun lalu kredit kami mencapai Rp360 miliar atau naik 20 persen dari 2009 sekira Rp312 miliar," ungkapnya. Sementara dana pihak ketiga (DPK) Bank Sulsel Cabang Utama Bone tumbuh 50 persen dari Rp54,64 miliar pada 2009 menjadi Rp87,4 miliar pada akhir Desember 2010. "Ini sangat baik karena kita berhasil tumbuh 50 persen di saat sebagian bank masih kesulitan likuiditas," kata pehobi olahraga menembak ini.

Dia mengatakan, yang menggembirakan adalah kinerja pergeseran penggunaan kredit Bank Sulsel Cabang Utama Bone dari dominasi konsumsi ke produktif. "Saat ini komposisi kredit konsumsi tinggal 30 persen, produktif menyerap 70 persen. Kualitas kredit sangat bagus, di mana non performing loan (NPL) kami hanya 0,5 dari total kredit sekira Rp360 miliar," tandasnya. (id). Sumber klik disini.


 Kembali
SIMULASI KREDIT


LINKS