Bank Sulselbar Kurangi Porsi Dana Pemda

Jum'at | 19 Mei 2017


Bank Sulselbar Kurangi Porsi Dana Pemda

ilustrasi | bisnis.com

JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) mengklaim telah mengurangi porsi penempatan dana pemerintah daerah. 

Direktur Utama Bank Sulselbar Muhammad Rahmat mengatakan, upaya untuk mengikis ketergantungan kepada dana pemda ditempuh dengan terus mencari sumber-sumber dana pihak ketiga (DPK) dari korporasi. Tidak hanya korporasi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tetapi juga di luar daerah ini.

“Kami membuka outlet di Jakarta sebagai upaya untuk mengumpulkan DPK dari korporasi di Jakarta,” tuturnya kepada Bisnis, Senin (15/5/2017) malam.

Porsi penghimpunan DPK terbesar di Bank Sulselbar adalah dana murah berupa giro. Per Maret 2017, penghimpunan giro oleh bank pembangunan daerah ini mencapai Rp7,23 triliun.  

Terbanyak kedua adalah dana mahal alias deposito mencapai Rp6,91 triliun. Adapun dana murah berupa tabungan nilainya paling sedikit sebesar Rp1,73 triliun. Realisasi giro maupun deposito mengalami kenaikan secara year to date masing-masing 92,3% dan 42,8%, sedangkan tabungan susut 28,5%. 

 

Sumber: bisnis.com


 Kembali