Bank Sulselbar Peluang Melantai di Pasar Saham

Rabu | 26 April 2017


Bank Sulselbar Peluang Melantai di Pasar Saham

Ilustrasi | upeks.fajar.co.id

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai PT Bank Sulselbar paling berpeluang melantai di pasar saham.

Bisnis Bank Pembangunan Daerah (BPD) itu pun sudah melakukan persiapan ke arah saham juga dimiliki publik untuk mempercepat akselerasi bisnis menuju Bank BUKU III.

Grouphead Treasury Bank Sulselbar, Irmayanti Sulthan, mengatakan, perseroan sejauh ini memang belum ada rencana penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) dalam waktu dekat. Alasannya, masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan utamanya persetujuan para stakeholder terkait.

Namun, kata Yanti, strategi bisnis kedepan pastinya akan ke arah sana. Melantai di pasar saham menjadi salah-satu langkah yang diyakini akan mempercepat akselerasi bisnis untuk menjadi bank BUKU III sekaligus menjadi bank terbaik di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat.

“Bank pembangunan daerah di Indonesia yang sudah IPO cuma ada dua saat ini yaitu Bank Jawa Barat (BJB) dan bank Jawa Timur (Jatim). Rencana pasti kita menyusul juga,” kata Yanti kepada Upeks, Jumat (21/4/17) kemarin.

Memudahkan langkah tersebut, Yanti mengaku tahun ini perseroan kembali akan merencanakan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) obligasi senilai Rp2 triliun. PUB ini akan dicairkan secara bertahap.
“Itu seiring target bisnis kami,” singkatnya.

Selain itu, tambahnya, fokus utama perseroan adalah penguatan internal (fundamental building), mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), produk development, jaringan kantor dan lainnya. Targetnya, bisa mendongrak modal yang saat ini tercatat sebanyak Rp1,8 triliun untuk sampai di kelas bank BUKU III yang ketentuan modalnya minimal Rp5 triliun.

Sebelumnya, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Makassar, Fahmin Amirullah, mengatakan, secara konservatif BEI menargetkan lima perusahaan di Sulsel yang bisa ‘go public” tahun ini. Terkhusus Bank Sulselbar yang sudah pernah menerbitkan obligasi.

Penerbitan obligasi ini dinilai sudah menjadi langkah awal sebuah perusahaan melantai di pasar saham.

“Penerbitan obligasi itu tahapannya sudah hampir sama dengan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO). Apalagi Bank Sulselbar sudah memiliki tata kelolah perusahaan yang baik,” pungkas Fahmin. (hry/suk)

 

Sumber: upeks.fajar.co.id


 Kembali