5 Penyebab Kemiskinan Karena Kesalahan Diri Sendiri

Rabu | 08 Maret 2017


5 Penyebab Kemiskinan Karena Kesalahan Diri Sendiri

Goenardjoadi Goenawan. | Bisnis.com

Sepintas membaca tulisan tentang penyebab kemiskinan kebanyakan isinya adalah hal normatif.

Misalnya saja kurang percaya diri, kurang kreatif, mudah putus asa atau terlalu mengandalkan orang lain. Namun kenyataan dalam hidup diantara sanak saudara, penyebab kemiskinan bukanlah karena hal teknis.

Misalnya ada banyak yang percaya diri, juga sudah kreatif, tidak mudah putus asa, dll tetapi beberapa diantaranya tetap jatuh miskin.

Ini semuanya karena faktor kesalahan diri sendiri. Mari simak lima penyebab kemiskinan berikut ini:

1. Ketika karir seseorang naik menjadi manager dengan gaji Rp10 juta, apa yang akan dia beli? Mobil, rumah, atau apartemen? Mayoritas manusia membeli mobil saat pertama menanjak karir, bila kebiasaan ini diteruskan dia juga akan mulai mencicil hand bag, jam tangan, dll. Namun, nilai aset barang-barang tersebut akan menurun. Pada akhirnya dia hanya akan menimbun barang-barang bekas. Yang benar adalah mencicil KPR karena harga asetnya naik.

2. Sikap mencari keuntungan. Misalnya suami istri saling berpikir, "aku dapat apa?" Pikiran tersebut seolah-olah adil. Masing-masing mendapatkan apa? Namun, ketika suaminya PHK, maka istrinya pun tidak dapat apa-apa. Akhirnya bisa memicu perceraian. Padahal kenyataan ketika pasangan bercerai artinya mereka gagal.

3. Tetapi kalau dipikir pohon dollar (tanaman hias) ditanam bisa tumbuh tunas-tunas baru. Anjing indukan dikawinkan menjadikan anak-anak anjing yang laku dijual. Mengapa hidup pohon dan hewan bisa beranak-pinak, tetapi hidup kita seolah seperti tandus? Kadang kita ingin mencari kemerdekaan, merasa bebas. Padahal survei membuktikan bahwa orang yang rezekinya lancar kebanyakan karena memiliki ikatan relationship, yang diikat kuat oleh dasar rahmat pengampunan Tuhan. Jadi rahmat itu mengikat. Suami-istri pun memiliki ikatan, termasuk juga ikatan berkah, ikatan uang, ikatan kepentingan, tanpa itu ya akan bubar.

4. Hidup adalah sebuah ikatan relationship berdasarkan rahmat pengampunan Tuhan. Tanpa mendasarkan diri pada rahmat pengampunan maka kita tidak akan hidup berkah. 

5. Daripada berpikir "apa untungnya untuk saya?" lebih baik kita berpikir, "bagaimana kita bisa bersikap membantu kesulitan orang lain?" Hidup kita bukan tergantung pada ambisi dan kemenangan, tetapi tergantung value dirinya terhadap permasalahan orang lain.

 

Sumber: bisnis.com


 Kembali